Waspadalah ! Hati-Hati Beli Tanah Kavling


Ketika akan membeli tanah kavling biasanya pembeli bersikap buru-buru dan terlalu bersemangat ingin segera memiliki tanah. Anda perlu memperhatikan beberapa hal saat membeli Tanah Kavling khusus-nya kavling dengan harga yang murah.
  1. Tanyakan apakah Tanah tersebut sudah bersertifikat atau belum? Sangat di sarankan membeli tanah yang sudah bersertifikat SHM (Sertifikat Hak Milik) dan memiliki PBB sehingga lebih kuat disisi legalitas hukumnya
  2. Pastikan pemegang hak atas tanah adalah atas nama penjual atau kuasa jual pemilik (disertai surat kuasa dari Notaris) dengan cara minta ditunjukan Asli atau Copy Sertifikat Tanah Tersebut. Apabila disertifikat tersebut tertulis nama orang lain (misal dipasarkan oleh agen property) minta mereka menunjukan copy sertifikat dan surat kuasa jual atau Surat Perjanjian Pemasaran yang ditandatangani pemilik tanah.
  3. Tanyakan peruntukan tanah tersebut, apakah untuk perumahan. Statusnya berupa “Tanah Perumahan”, “Tanah Pekarangan” atau “Tanah Sawah”, Anda bisa melihat langsung di Sertifikat. jika Tanah tersebut tertulis “Tanah Perumahan” atau “Tanah Pekarangan”, maka Aman untuk langsung melaksanakan Pembelian.
  4. Tanyakan sertifikat-nya resmi sudah dipecah per kavling atau induk?  Anda perlu berhati – hati jika ada Penjual atau Pengelola Tanah Kavling yang baru melakukan Pemecahan Sertifikat saat semua pembeli melunasi kredit, karena Peraturan Pemecahan Sertifikat Tanah setiap tahun bisa berubah – ubah. Dikhawatirkan suatu saat Tanah yang Anda beli tidak bisa dipecah Sertifikatnya karena tidak sesuai dengan peraturan yang baru atau berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota ternyata Tanah tersebut adalah Tanah Sawah yang berstatus LAHAN HIJAU. Kasus seperti inilah yang paling sering terjadi dalam Penjualan Tanah Kavling saat ini dan sering berakhir menjadi Tanah Sengketa.
  5. Tanyakan cara pembayaran-nya. Apakah bisa mengajukan kredit di BANK dan bekerjasama dengan Bank mana? Meskipun anda bermaksud membeli tanah secara kontan anda tetap harus menanyakan hal ini karena pertanyaan ini untuk menguji apakah surat tanah tersebut lengkap dan resmi, karena proses di Bank hanya akan menyetujui jika persyaratan resmi dan lengkap.
  6. Lakukan pengecekan atau klarifikasi keabsahan Sertifikat Tanah tersebut ke Kelurahan Setempat atau ke Notaris serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan membawa Fotokopi Sertifikatnya. Saran saya Notaris sudah bisa melakukan-nya sehingga anda tidak perlu berkeliling kesana kemari.
  7. Terakhir pastikan lokasi tanah kavling memiliki akses jalan, sanitasi, drainase, instalasi listrik, instalasi air bersih, instalasi telephone dan internet.  Khususnya jika anda mendapat penawaran harga tanah kavling sangat murah sekali kadang tidak dilengkapi dengan hal-hal yang saya sebutkan diatas, sehingga anda baru bisa menempati tanah 5-10 tahun kedepan dan akan ada biaya tambahan saat pemasangan instalasi fasilitas listrik, air bersih dan internet.

Jadi pastikan anda teliti sebelum membeli. Posting kami selanjutnya adalah "Mengapa beli Kavling Perumahan Lebih Mahal dibanding Tanah di Luar  Perumahan?"

Note : Informasi serupa bisa anda kunjungi suryaharmoni.wordpress.com

Subscribe to receive free email updates:

Scroll to top